Beranda » Cetak Kemasan » packaging makanan basah | Morowali

packaging makanan basah | Morowali

T Diposting oleh pada 30 January 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Pengemasan makanan ialah penyimpanan makanan di dalam kemasan supaya makanan terjaga. Tujuan dari pengemasan makanan adalah:[1]

Perlindungan dari bahaya fisik (getaran, shock, dan lainnya)
Perlindungan dari kondisi iklim mikro luar kemasan (kelembaban, suhu, cahaya, dan lainnya)
Kemudahan transportasi, khususnya untuk makanan yang bersifat curah (cairan, butiran)
Menentukan porsi yang layak untuk penjualan dan/atau konsumsi
Pemberian informasi, karena kemasan dapat diberi label yang mencantumkan bermacam informasi, termasuk barcode[2]
Keindahan

Variasi-jenis kemasan

Kemasan terbagi menjadi tiga golongan, ialah kemasan primer, sekunder, dan tersier. Kemasan primer mengalami kontak langsung dengan produk, malah ikut serta terproses bersama dengan produk. Meski kemasan sekunder dan tersier tidak mengalami kontak lantas dengan makanan.

Figur kemasan primer ialah kemasan aseptik, kaleng, karton, botol, dan sebagainya. Pada industri pengalengan ikan, kaleng kadang kala ikut serta dipanaskan bersama dengan isinya sambil \”memasak\” dan mensterilisasi ikan. Karton menjadi kemasan primer pada produk tertentu, misal buah. Meskipun pada produk lain, karton bisa tergolong kemasan sekunder.

Kemasan sekunder menggabungkan produk yang terbungkus kemasan primer. Walaupun kemasan tersier menggabungkan produk yang terbungkus kemasan sekunder.

Tren dan kebijakan pengemasan

Kemasan minimal

Kemasan minimal yaitu mengurangi jumlah jenjang kemasan yang membawa produk, sehingga yang umumnya dikemas hingga hingga kemasan tersier, diturunkan menjadi hanya sekunder. Semangat dalam menjalankan hal ini yakni menurunnya biaya produksi dan sampah. Pengemasan tingkat tinggi umumnya dikerjakan oleh retailer besar seperti supermarket, dan mereka cenderung menghasilkan sampah kemasan lebih banyak dibandingkan retailer kecil (misal pasar petani).

Kemasan aktif

Kemasan aktif yakni kemasan yang memiliki kesanggupan untuk mengindikasikan situasi atau memberikan isu tertentu dari suatu produk secara dinamis.
Teladan kemasan aktif yaitu:

Pencatat temperatur, umumnya untuk pendistribusian produk dalam kondisi dingin (cold chain) sehingga riwayat suhu yang dialami produk sejak dari produsen hingga siap dijual bisa dikenal. Lazimnya hal ini untuk mencegah apakah produk sudah didistribusikan secara benar atau tak, karena hal ini dapat memastikan kwalitas dan umur simpan produk.
Indikator kimiawi, yang bisa berprofesi seperti kertas lakmus yang merekat pada produk sehingga dapat diketahui apakah sudah terjadi perubahan dari mutu produk.
Kemasan biodegradable yang kondisinya dapat berubah mengikuti kualitas produk di dalamnya. Sehingga perubahan kualitas pada kemasan dapat menjadi indikasi bahwa produk telah berada dalam kemasan dalam waktu lama. Kemasan semacam ini bisa dihasilkan dari bahan yag bisa dimakan seperti gelatin dan pati, dan telah dipakai dalam industri farmasi sebagai kapsul.
RFID bisa dipasang pada kemasan sehingga bisa menyimpan info yang cuma dapat diakses oleh orang-orang tertentu.

Belum ada Komentar untuk packaging makanan basah | Morowali

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait packaging makanan basah | Morowali

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

Kontak Kami Via WA 628156677228

TIME OUR SERVICE

MONDAY – FRIDAY      : 08.00 AM – 08.00 AM
SATURDAY – SUNDAY  : 08.00 AM – 08.00 PM
NATIONAL HOLIDAYS  : 08.00 AM – 08.00 PM